Minggu, 01 April 2012

belajar manajemen dari alam

NATURE BASED MANAGEMENT 2


BAB II
BAMBU
Si Lentur yang Pandai Menggempur
            Sebagian pembaca komik yang masih mengalami masa kecil atau remajanya pada tahun 1990-an pastilah sempat gandrung dengan komik Kungfu Boy karya Takeshi Maekawa. Nah, dalam salah satu edisi komik ini, diceritakan sang jagoan utama Chinmi frustasi karna dia tidak bias mengalahkan Sie Fan. Namun,siapa sangka Chinmi kemudian berhasil menahan seri Sie Fan dengan belajar dari bambu!
Saat Chinmi sedang terbengong-bengongdidepan kumpulan pohon bamboo, angin besar tiba-tiba melanda. Chinmi pun berlindung dengan perasan takut. Ketakutannya kian menjadi-jadi setelah dia melihat angin besar itu mampu menumbangkan pohon besar yang kuat. Akan tetapi tak lama berselang, ketekutan itu berubah menjadi keheran, kemudian pencerahan,saat Chinmi melihat apa yang terjadi pada bamboo yang di terjang angin yang sama.
Ternyata bambu itu lentur mengikuti arah angin,sehingga ketika angin besar itupun berlalu, sang bambu tetap berdiri kokoh tanpa kurang satupun.Chinmi lantas tersadar bahwa cara untuk menggempur jurus sakti Sie Fan adalah bergerak mengikuti ayunan tongkat Sie Fan untuk kemudian menyerang balik  saat keadaan memungkinkan Artinya, karaketer bambu yang dicerap Chinmi adalah lentur dan pandai menggempur.
Dalam konteks manjemen perubahan, konsep bambu ini jelas tidak boleh dianggap enteng. Lihat saja Cina sebagai contoh.Tampaknya memang beralasan Cina disebut sebagai negeri tirai bambu karena Negara ini jelas piawai dalam menerapkan kesebatan jurus bambu.
Pada 1992, Perdana menteri Deng Xiapong pernah melontarkan ujaran yang menegaskan fleksibilitas Cina. Maksud dari pendapat Deng yang menyebutkan “Kami tidak peduli kucing itu hitam atau putih,yang penting dia bias menangkap tikus.” Adalah dia tak peduli apakah ideologi komunis Cina itu sudah tidak murni karena mengadopsi prinsip-prinsip perdagangan bebas. Cina memang mengalami kemajuan pesat setelah bersikap lebih terbuka terhadap penanaman modal asing.
Namun, yang lebih ekstrimdan lebih heboh lagi adalah Cina bahkan masuk organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization), sebuah langkah yang mengundang kritik di dalam negeri karena ini telak-telak mencirikan Cina sebagai Negara kapitalis.Hal itu terjadi pada 2001. Sebelum tahun itu,WTO praktis merupakan satu-satunya organisasi-berwajah-kapitalis terkemuka terakhir  yang belum dimasuki Cina. Motif Cina jelas: ia ingin menjadikan WTO sebagai sarana mempercepat industrialisasi, memacu ekspor lewat fasilitas MFN (most favorable nations), Negara-negara yang dianggap paling layak mendapatkan insentif bea masuk dari Negara tujuan ekspor, mengundang teknologi maju, dan meraih prestise dimata dunia internasional sekaligus mendapat legitimasi lebih jauh di dalam maupun diluar negeri, suatu deretan motif yang terbukti berhasil dipuaskan oleh Cina untuk memperkokoh posisinya di dalam konstelasi perekonomian dunia.
Lebih dari itu, kelenturan Cina sebagai jurus yang punya daya gempur hebat dapat terlihat dari fakta bahwa saat ini Cina mampu mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi ditengah krisis ekonomi global.Cina meyakini bahwa investasi pada pendidikan akan mampu menyiapkan sumber daya manusia Cina dalam menuai berkah perdagangan bebas dan ini terbukti benar.
Pertumbuhan ekonomi CIna terkerek tinggi sampai-sampai ekonom mencetuskan akronim BRIC untuk menyebut empat Negara dengan prospek pertumbuhan tinggi,yaitu Brasil,Rusia,India,dan Cina. Olimpiade Beijing yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2008 lalu seolah menjadi showroom dari kesuksesan pembangunan Cina di abad moder ini.
Dari teladan diatas membuktikan bahwa kekuatan murni (naked power) bukanlah satu-satunya factor untuk menggapai kesuksesan ini, begitulah kira-kira inti hikmah yang diberikan bambu. Sebaliknya, kekuatan murni justru kerap membuat nasib buruk menghampiri sebagaimana disiratkan oleh perlawanan pohon-besar melawan angin badai dalam cerita Kungfu Boy. Karena itu, pelajaran dari bambu patut ditiru sebagai alternatif dalam menghadapi berbagai badai yang menghadang dalam ikhtiar mencapai kesuksesan, sebagaimana telah ditunjukan dengan baik oleh Cina.
RUMPUT
Lingkungan Asri, Prestasi Pun Lestari
Kalau anda punya taman di rumah,tentu yang pertama anda perhatikan adalah rumputnya. Apabila rumputnya hijau dan asri ,kesan para tamu pun istilahnya tidak akan membuat anda malu.Demikian juga kalau anda penggemar golf .kualitas rumput tentu tidak dapat ditawar.                   
       Dalam konteks bisnis,penulis langganan  best-seller  ken Blanchard mengakui keampuhan metafora rumput ini. blanchard dalam Zap the Gaps! Mengemukakan bahwa ada banyak jenis rumput dalam lapangan golf.misalnya ,rumput Bangkok dan rumput Tifway untuk fairway. Perlakuan jenis rumput jenis rumput yang berbeda pun harus khusus.
       Yang dimaksudkan Blanchard disini adalah jenis pekerjaan yang berbeda juga membutuhkan lingkungan krja yang berbeda.tanpa itu ,kesenjangan (gap) antara cita cita dan kinerja akan nyata menganga.
      Dalam bahasa yang lebih keren lagi,lingkungan  kerja inilah yang yang dimaksudkan manajer bergaji 1 miliar rupiah pertama di Indonesia,Tanri Abeng ,sebagai factor yang berperan bagi model bisnis yang sukses.ia mengatakan model bisnis adalah semacam panduan bagi perusahaan dalm mengarungi tantangan kerja.Tanri Abeng menjelasakan bahwa model bisnis sebenarnya terdiri dari empat bagian:
        1.Asumsi atui analisis  dan perkiraan tentang lingkungan organisasi.
        2.Asumsi tentang misi organisasi
        3.Aliansi entrepreneur-manager
 4.Pandangan tentang profitabilitas sebagi fungsi kualitas.maksudnya,produk atau jasa        
           berkualitas akan bersinonim dengan laba.
     Untuk  membuktikan kesaktian karakter rumput,kami tidak akan memberikan contoh yang tanggung-tanggung . tengok saja india.negeri ini memiliki masalah dalam prosesnya membangun.ia tidak memiliki sumber daya  yang berlimpah.
     Buku  india:Bangkitnya Raksasa Baru Asia menuturkan bahwa masalah pelik ini merupakan  warisan dari model bisnis yang keliru,yaitu apa yang disebut model Nehru.konon ,model Nehru ini digagas karena poerasaan trauma jawahrlal Nehru terhadap kolonialisme dan menurut falsafah harus memenuhi kebutuhan dari hasil usaha sendiri.singkatnya india menolak kekuatan pasar.kemudian muncul jugalah birokrasi korup yang memarginalkan rakyat.kelaparan merajalela.
       Akibat berbagai problem ini ,mereka menyadari bahwa kesalahan dalam Model Nehru. Sejumlah lantgkah berbasiskan empat komponen model bisnis pun diluncurkan.pertama,india  melakukan  analisis terhadap lingkungan bisnis dan mendapatiu bahwa era  sudah berubah dan model bisnis anti pasar dan anti asin g tidak lagi relevan.kedua,india menyegarkan lagi misi organisasi.kesejahteraan rkayatlah yang menjadi misi utama.ketiga,negar sebagai manager Negara berinisiatif menjalin aliansi dengan kelas pengusaha(entrepreneur),seperti pengusaha teknologi informasi.terakhir,india pun mengedepankan pendidikan untuk mencetak SDM  yang berkualitas yang diharapkan nantinya memberikan produk dan jasa berkualitas.
      Konsep model bisnis ini juga dapat dipetakan dalam model kepemimpinan politik sebagaimana diuraikan mantan presiden AS Richard Nixon dalam leader-Profiles and Reminiscences of Msn Who Have Shaped the ModernWorld.Dalam bukunya ini,Nixon presiden AS pertama menggundurkan diri akibat skandal Watergate-menjelaska setiap pemimpin tampildalam kombinasi khusus tiga unsur:waktu,tempat,dan situasi.
      Kembali kepada tiga kombinsi khusus tiga unsur pemimpin ,Nixon menyebutkan soekarno adalah pemimpin revolusioner yang piawai meruntuhkan system kolonial.
      Mengikuti logika ini,kita dapat mengatakan hal yang sama bagi Suharto.soeharto lihai dalam menciptakan kestabilan pasca peristiwa G30-S/PKI.
      Contoh kasus india dan jatuh bangunnya para pemimpin nasional kita memberikan petunjuk betapa menetukannya kuatan rumput.apabila anda mampu membuat rumput Anda asri,keberhasaialn Anda pun akan lestari.
BUNGA TERATAI
Si Anggun yang Membuat Dunia Tertegun
Bagi Anda penggemar cerita silat atau cersil-cersil mungil karya asmaraman S.Kho  Ping  Hoo,barangkali sudah cukup mafhum bahwa bunga teratai menduduki posisi penting.Bunga teratai adalah alas bagi Dewi Welas Asih,Dewi Kwan Im,seorang dewi yang kerap  menjadi tumpuan manusia saat terundung masalah atau musibah.singkatnya dia adalah personifikasi dari apa yang disebut oleh para filsuf penganut metafisika thomisme sebagai keindahn hakiki.
         Berkat keanggunan Dewi Kwan Im ,bahkan alas duduknya yang berupa bunga teratai pun terangkat harkatnya menjadi perlambang bagi pancaran kebaikan.Bagi Liong,bunga teratai melambangkan tiga hal dalam perusahaan.pertama,dasar dari bunga teratai di ibaratkan sebagai artefak berupa gedung,saremoni perusahaan ,dan sebagainya.kedua,daunnya adalah lambang dari opini orang terhadap perusahaan.terakhir,batang adalah ibarat bagi nilai –nilai dan kultur perusahaan.
         Untuk melihat kekuatan di balik keluwesan dan keanggunan  bunga teratai tersebut,mari kita tengok contoh selain Martha Tilaar ,yang bisa Anda baca sendiri di The Martha Tilaar Way.lihat saja Pond’s dari Unilever ! Pond’s terkenal dengan iklan iklan atu artefak artefak  luar dan fisikal yang luar biasa megahnya.
         Sementara itu,dari sisi daun artefak ini membentuk opini penonton,calon konsumen,beserta konsumen bahwa Pond’s adalah sarana yang dapat membantu Anda menggapai cinta sempurna nan sejati(love of your live).
         Terakhir,dari sisi batang,Pond’s mewartakan nilai-nilai yang mengkombinasikan kecantikan luar dan kecantikan dalam.masstige adalah kombinasi antar pasar massal dan prestige(pretise).Artinya,Ponds ingin menyampaikan nilai luhur bahwa prestise aliaskedudukan bermartabat nan anggun didunia ini dapat digapai oleh siapa saja tanpa mengenal status atau strata sosial,jadinya pasar massal.
         Mengarahkan kembali pandangan kita keluar,Anita Roddick dan Body Shop-nya yang mashyur itu juga dapat dilirik sebagai kesuksesan pengejawantahan karakter bunga teratai yang anggun.Body Shop adalah merek mengglobal yang menjual produk-produk kecantikan berbahan baku alami.karena berbahan baku alami ,produk Body Shop dipersepsikan –elemen daun-oleh khlayak luas dan konsumen sebagai produk ramah lingkungan.tampialn produknya pun tidak kalah ciamik.produk seperti sabun atau minyak mandi ,misalnya mengambil bentuk lucu gajah,panda,atau gula yang membangkitkan selera.
         Terakhir ,dari segi batang ,nilai dan budaya perusahaan BodyShop bisa diperas menjadi lima falsafah dasar.pertama,semua produk Body Shopharus terbuat dari bahan alami.kedua,falsafah Against Animal Testing.ketiga,Body Shopo memberikan perhatian pada binatang yang terancam punah,makanya sabun Body Shop mengambil bentuk binatang-binatang itu.keempat,minimal packaging .terakhir,Body Shop tidak mengiklankan produk,mengapa demikian?karena biaya iklan tentu akan dibebankan kepada harga produk,sehingga harga produk lebih mahal.mereka hanya mengandalkan kekuatan dari mulut ke mulut.
          Akhir kata,ibarat jurus lembut Tai Chi dalam dunia persilatan ,keluwesan bunga teratai adalah pukulan sakti yang mampu mengalahkan berbagai lawan dalam dunia perbisnisan.
AIR
Bening Bercermin, Kinerja Terjamin
Mudah nonton Karate Kid  versi baru yang dibintangi Jaden Smith dan Jackie Chan?Meski controversial karena menggenati tokoh utama dari anak kulit putihversi lamanya dibintangi Ralph Macchio menjadi bocah kulit hitam yang diperankan Jaden Smith serta mengubah suhu karate menjadi guru kungfu Jackie Chan.
          Ciamik nya lagi ,tontonan ini juga memberikan tuntunan berharga terkait dengan salah satu elemen paling penting dalam kehidupan manusia,air.Dalam satu adegan ,Jackie Chan sang guru mewejangkan nasihatnya pada sang murid bahwa air yang tenang akan mencerminkan diri kita yang utuh,sementar air yang bergelombang akkan mengaburkan bayangan kita.maksudnya,apabila kita mampu memahami diri sendiri dengan baik ,maka kita akan mampu menguasai diri sendiri ,yang merupakan modal awal untuk memengaruhi dan mengendalikan orang lain.
         Mau tak mau pelajaran ini mengingatkan kita akan suatu teori manajemen klasik bernama Pygmalion Effect.Terinspirasi dari naskah drama  Pygmalion karuya pujangga masyhur George Bernard shaw ,teoeri ini mengagulkan pentingnya peran persepsi,baik persepsi oreang lain maupun persepsi kita sendiri dakam mendongkrak kinerja.
         Dalam bidang psikologi ,efek ini paralel dengan apa yang disebut psikolog terkenal Rachel Dweck,M.D.,dalam mindset sebagai mindset atau pola pikir berkembang.berlawanan dengan pola pikir tertutup ,pola pikir berkembang adalah tipe pola pikir atu mindset.
 Singkat kata,mencangkok sifat air sama artinya dengan belajar bercermin demi membuat kinerja terjamin.terlahir buta sejak kecil,Rama-demikian ia biasa dipanggil tidak dipersepsikan sebagai anak cacat oleh orang tuanya.efek Pygmalion pun bekerja dalam diri Rama.persepsi positif orang tuanya melesatkan kepercayaan dirinya ,sehingga Rama pun merasa dirinya normal seperti orang kebanyakan  dan memiliki mindset berkembang untuk selalu belajar.
        Satu lagi sifat positif air yang terbukti sangat berguna adalah melayani semua orang.kita bisa melihat contoh prinsip melayani semua orang ini pada diri Garuda food.pada awalnya perusahaan ini melihat bahwa pemain pasar dominan yang sudah ada(dominant existing player).alih-alih mengikuti pembagian segmen tersebut TPJ memutuskan mengikuti fisafat air mengalir yang membidik seluruh segmen yang ada di pasar.caranya dengan menciptakan berbagai variasi produk kacang secara inovatif.
GARAM
Emosi dan Nyali Juga Punya Taji
           
Meski terkesan remeh, garam sebenarnya memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia. Boleh dikata garam adalah perlambangan bagi kehidupan. Makanya, kita sering menyamakan orang yang sudah mengenyam pengalaman hidup yang beragam sebagai orang yang sudah “banyak makan asam garam kehidupan”. Sesuatu yang dirasa kurang pun kerap diibaratkan sebagai “bagai sayur tanpa garam.”
Garam merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan. Pertalian tiga unsur yaitu, akal, hati dan nyali menurut David L. Dotlich, Peter C. Cairo & Stephen H. Rhinesmith dalam head, heart, and Guts Leadership membentuk satu tipe kepemimpinan yang disebut kepemimpinan menyeluruh, yaitu kepemimpinan yang melibatkan akal, hati dan nyali. Bagi ketiga penulis, kepemimpinan dewasa ini tidak seimbang karena sifatnya hanya parsial, yaitu melibatkan kalau tidak akal saja, hati saja, atau nyali saja. Padahal kepemimpinan parsial inilah yang dalam karya mereka sebelumnya, Why CEOs Fail, ditemukan sebagai faktor yang telah menjerembabkan pribadi-pribadi cemerlang menjadi pecundang. Karena itu, kepemimpinan dewasa ini memerlukan obat bagi kepemimpinan parsial, yaitu kepemimpinan menyeluruh ala garam.
Setiap tipe kepemimpinan memiliki karakteristiknya masinh-masing dan siapa saja yang dapat memadukan serta  menerapkan segala tipe kepemimpinan tersebut dijamin akan menuai sukses.  Dalam tipe kepemimpinan kepala, karakteristiknya adalah berfikir ulang tentang cara penyelesaian tugas; membuat ulang berbagai kerangka batasan ketika diperlukan; memahami kompleksitas dunia global; berfikir strategis tanpa kehilangan kemampuan melihat tujuan jangka pendek; mencari gagasan di dalam dan di luar perusahaan; dan mengembangkan sudut pandang.
Sementaa itu, tipe kepemimpinan emosi mengharuskan praktisinya mengembangkan sifat sifat menyeimbangkan kebutuhan bisnis dan manusia; menciptakan kepercayaan; mengembangkan simpati sejati di berbagai tempat kerja; menciptakan lingkungan yang membuat orang-orang dapat sungguh-sungguh berkomitmen; mengetahui apa yang penting; dan memahami hambatan potensial.
Terakhir, seorang pemimpin bertipe kepemimpinan-kepemimpinan nyali mesti memiliki watak-watak mengambil resiko dengan data yang tidak lengkap, menyeimbangkan risiko dan penghargaan, bertindak dengan integritas penuh meskipun ada kesulitan; terus-menerus mengupayakan apa yang diperlukan agar berhasil; terus berupaya menghadapi kesulitan; dan tidak takut membuat keputusan tegas.
Hikmah penting betapa komoditas yang tampakmkita anggap biasa saja (taken forgranted) seperti garam ternyata begitu berharga dan bernilai-guna.
SAMUDRA
Birunya Samudra, Derasnya Kinerja
            Samudra adalah elemen alam yang unik. Semua arus air terus bermuara tiada henti-hentinya ke dalam samudra, tapi ia tidak pernah meluap. Meskipun terus menerus diisap, ia tidak akan pernah kosong ataupun kering. Samudra adalah perlambangan dari kondisi sakti mandraguna yang tak terkalahkan.
            Dalam The Lone Samurai, William Scott Wilson menguraikan bahwa tujuan atau inti dari filsafat berpedang Musashi adalah “membuat dan melatih dirimu sendiri sedemikian rupa sehingga kau menjadi tanpa tanding dan tak terkalahkan, sehingga kau pun pasti akan meraih kemenangan dan tak khawatir mengalami kekalahan.” Filsafat tersebut sesuai dengan prinsip bahwa samudra tak akan pernah kering walau dihisap.
            W. Chan Kim dan Renee Maurbogne dalam buku larisnya yang berjudul Blue Ocean Strategy alias Strategi Samudra Biru mengatakan, apabila sebuah perusahaan mampu mencetuskan produk atau jasa yang kreatif dan inovatif, itu berarti dia telah menciptakan samudra biru yang damai, teduh, sedamai dan seteduh laba yang di raih. Berbeda kasusnya jika perusahaan hanya bertindak sebagai pengekor dengan me-too product (produk yang ikut-ikutan) untuk terjun ke pasar yang sudah penuh sesak, itu sama saja menceburkan diri ke samudra merah ganaas dengan persaingan berdarah.
            Bagaimana memastikan inovasi perusahaan itu akan unggul dalam menciptakan samudra biru? Jawabannya yaitu perusahaan mesti menelurkan lompatan nilai bagi pembeli, singkatnya, mencetuskan inovasi nilai.  Inovasi semacam ini memiliki dua cirri, yaitu menghemat biaya dengan menghilangkan faktor-faktor yang menjadi titik persaingan dalam industri dan menambahkan atau menciptakan elemen elemen yang belum ditawarkan dalam industri.
            Kekuatan samudra adalah menciptakan solusi jitu dan baru secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memenangi persaingan. Menurut Matthew E. May dalam Elegant solution, kekuatan ibarat samudra inilah yang disebut sebagai solusi elegan, yang ia definisikan sebagai solusi mencerahkan terhadap suatu masalah dengan sesedikit mungkin upaya dan biaya.
            Kesempurnaan itu memang sesuatu yang tidak akan bisa dicapai karena kesempurnaan hanyalah milik tuhan. Namun, individu dan perusahaan tetap mesti mencanangkan kesempurnaan sebagai suatu ideal yang harus terus-menerus berusaha digapai dengan ikhtiar tinggi. Sebagaimana diajarkan Musashi, pemain pedang dalam konteks ini individu atau perusahaan yang bersaing harus tak kenal henti melatih dan mengasah dirinya supaya senantiasa berada selangkah lebih maju dibandingkan pesaingnya. Hanya dengan begitulah, pemain pedang dapat menyandang status pendekar tanpa tanding.
KARANG
Berbekal Setia Menangguk Laba
Mencoba bertahan sekuat hati
Bagaikan karang yang di hempas sang ombak
(“Manusia Bodoh”, Ada Band)
            Ada Band adalah salah satu band popular di negeri ini. Tapi, siapa sangka dengan lirik lagu metal (mellow total) yang menyek-menyek ini mereka tanpa sadar juga dapat memberikan pelajaran manajemen berharga bagi kita.
            Sebagaimana dikemukakan dengan sederhana oleh rintihan suara Donnie sang vokalis, karang adalah identik dengan kesetiaan tak berbatas di tengah deraan cobaan. Dalam bahasa manajemennya, ini berarti kesetiaan konsumen kepada perusahaan atau sebaliknya.
            Konsep kesetiaan memang sangat kental nuansa emosionalnya. Tapi, jangan kaget betapa akademisi ilmu manajemen dapat terinspirasi oleh konsep kesetiaan ala karang ini. Menurut Michael Treacy dan Fred Wiersima dalam artikelnya di Harvard Business Review,”Customer Intimacy and the other value Discliplines,”(Januari-Februari 1995), untuk mengembangkan loyalitas atau kesetiaan dua arah, baik kesetiaan perusahaan kepada konsumen atau sebaliknya, diperlukan apa yang disebut customer intimacy alias kedekatan kepada konsumen.
            Menurut Treacy dan Wiersima, ada sejumlah langkah untuk mengembangkan kesetiaan sekokoh karang dalam diri konsumen.
1.      Keunggulan organisasi, yang berrarti pendekatan strategis khas dalam menghasilkan produk dan memberikan pelayanan.
2.      Mengembangkan pendekatan dengan konsumen itu sendiri dalam  artian menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan konsumen.
3.      Product leadership alias produknya memang harus unggul.
4.      Mempertahankan kepemimpinan pasar.
Selain kesetiaan, ada lagi satu nilai berharga yang dapat dipetik oleh perusahaan atau pribadi dari karang, yaitu keuletan. Keuletan dan kesetiaan ibaratnya dua sisi dari satu mata uang yang sama. Betapa tidak, tentu saja diperlukan ketegaran dan keuletan untuk senantiasa kokoh menghadapi gempuran ombak. Keuletan ini bisa disebut sebagai endurance stamina. Atau menurut Larry Large dalam The Beatles Way, keuletan inilah yang disebut sebagai inkubator pribadi, yaitu tantangan besar yang akan mengasah keuletan dan daya inovasi Anda.
Kita bias menengok perjalanan dr. Bunyamin Setiawan dan Kalbe Farmanya yang melegenda itu sebagai teladan keuletan ala batu karang. Terkenal dengan resep akronim DJITU (Disiplin dan Dedikasi, Jujur dan Jeli, Inovatif dan Inisiatif, Tulus dan Tanggung Jawab, Ulet dan Unggul), Bunyamin Setiawan akrab dipanggil dr. Boen sudah kenyang dengan kegagalan. Filsafat dasarnya saja “Kegagalan itu pengalaman yang bermanfaat”. Oleh karena itu, setiap kali kita melihat batu karang yang tetap kokoh diterjang ombak di tepi pantai.
BULAN
Cahaya Citra Pemanja Mata
Meski zaman sudah modern, dalam dunia romansa alias percintaan kita masih acap mendengar rayuan supergombal seorang pria kepada kekasihnya “Sayang, wajahmu benar-benar indah bak rembulan.” Ini pertanda bahwa bulan memiliki efek untuk membumbui berbagai peristiwa romantis yang sudah menjadi tradisi lama dalam kehidupan manusia.
Hal itu membuktikan betapa manusia mengagumi indahhnya bulan berdasarkan cahayanya yang mengundang efek romantis. Cahaya bulan memiliki efek memanjakan yang dahsyat. Inilah yang ada dalam literature manajemen disebut efek halo alias halo effect, yaitu penonjolan secara besar-besaran satu bagian positif dengan harapan bias mewakili citra yang baik secara keseluruhan.
Cahaya rembulan secara alamiah memang mampu memantik insting purba manusia yang mudah terpesona. Begitulah kekuatan bulan yang aspek positifnya seyogyanya bias kita ikuti dalam berbagai kesempatan.
DAFTAR PUSTAKA
Wahono, Satrio dan Dofa Purnomo.2011.Nature Based Management.
Jakarta: Republika Penerbit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar