Senin, 30 Juni 2014

ANALISIS PERSEPSI NASABAH DI WILAYAH KELAPA GADING TERHADAP KEGUNAAN INTERNET BANKING DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL(TAM)



ANALISIS PERSEPSI  NASABAH  DI WILAYAH KELAPA GADING  TERHADAP KEGUNAAN INTERNET BANKING  DENGAN  PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL(TAM)

Ini adalah tugas terakhir softskill yang ada di semester  akhir . entah kenapa tugas di semester akhir ini berbeda dengan tugas di semester sebelumnya karena jika biasanya hanya mencari bahan untuk tugasnya lalu menguploadnya ke masing masing blog kita,kemudian di masukkan ke dalam studensite masing -masing mahasiswa,di semester akhir ini sangat berbeda. Letak perbedaannya adalah kita harus melakukan sebuah presentasi dari setiap bab tugas yang kita kerjakan. Inilah pengalaman baru yang ga terlupakan di semester akhir dan softskill menunjukan arti sebenarnya dari mata kuliah ini, dimana kita memang harus membuktikan sejauh mana mental kita untuk  mempertanggung jawabkan apa yang kita tulis.
Penulisan tugas ini hampir mirip dengan penulisan ilmiah yang sedang kita jalankan di semester akhir sekarang  ini. Dimulai dengan bab 1 yang berisi  Latar belakang,Batasan masalah, Tujuan penulisan, Metode penulisan dan Sistematika penulisan. Selanjutnya di bab 2 berisi tentang landasan teori , pada bab ini dijelaskan beberapa teori tentang apa yang akan kita bahas selanjutnya di bab 3. Nah pada bab 3 ini akan saya bahas tentang hasil penelitian saya yang hanya dilakukan dalam 3 hari . ternyata tidak mudah mencari responden yang bisa di ganggu waktunya sebentar saja. Kebanyakan dari mereka sibuk  dengan kegiatan mereka masing-masing. Dengan penuh upaya dan usaha ternyata 100 responden berhasil saya cari pendapatnya. Dan di bawah ini adalah hasil penelitian yang saya dapatkan. Dengan metode TAM(  TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL ) berhasil menunjukan beberapa pendapat tentang kegunaan internet banking.
Berikut diuraikan hasil tanggapan responden mengenai Internet Banking dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) pada warga  berdasarkan tiap indicator.
Yang  pertama adalah Perceived Usefulness, Pada indicator ini saya memberikan pertanyaan berkaitan dengan kegunaan dari internet banking itu sendiri. Dengan mengajukan dua buah pertanyaan di dapatkan hasil seperti di bawah ini:


Yang pertama saya memberikan pertanyaan berupa internet banking akan meningkatkan efektifitas pelayanan kegiatan perbankan, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 50 orang berkata setuju ,33 orang mengatakan ragu-ragu dan 17 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.


Yang kedua  saya memberikan pertanyaan berupa internet banking akan meningkatkan kinerja pelayanan kegiatan perbankan, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 50 orang berkata setuju ,30 orang mengatakan ragu-ragu dan  20 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.



Yang ketiga saya memberikan pertanyaan berupa internet banking akan meningkatkan produktifitas  pelayanan kegiatan perbankan, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 62 orang berkata setuju ,28 orang mengatakan ragu-ragu dan 10 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.

 

Yang keempat  saya memberikan pertanyaan berupa internet banking akan sangat bermanfaat, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 88 orang berkata setuju dan 12 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.

Selanjutnya adalah indicator Perceived Ease of Use yaitu persepsi pengguna terhadap penggunaan yang diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tidak perlu usaha apapun. Pada indicator ini diberikan dua buah pertanyaan kepada para responden.


Yang pertama  saya memberikan pertanyaan berupa internet banking akan mudah dipelajari dan digunakan, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 62 orang berkata setuju, 18 orang berkata ragu ragu dan 20 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.



Yang kedua  saya memberikan pertanyaan berupa internet banking akan fleksibel, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 53 orang berkata setuju dan 47 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.
Indicator yang ketiga adalah Attitude Toward Using , dikonsepkan sebagai sikap terhadap penggunaan sistem yang berbentuk penerimaan maupun penolakan atau sikap menyatakan apa yang disukai dan tidak. Pada indicator ini ada 2 buah pertanyaan.


Yang pertama  saya memberikan pertanyaan berupa saya menyukai menggunakan internet banking, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 56 orang berkata setuju,16 0rang berkata sangat setuju , 13 orang mengatakan ragu-ragu dan 15 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.



Yang kedua  saya memberikan pertanyaan berupa internet banking  dinilai perlu, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 43 orang berkata setuju , 32 orang berkata ragu –ragu dan 25 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.
Indicator yang terakhir yaitu Actual System Usage, dikonsepkan dalam bentuk pengukuran terhadap frekuensi dan durasi waktu penggunaan teknologi. Pada indicator ini di berikan 2 buah pertanyaan.



Yang pertama  saya memberikan pertanyaan berupa saya berniat menggunakan internet banking  , hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 72 orang berkata setuju ,  16 orang berkata ragu –ragu dan 12 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.


Yang kedua  saya memberikan pertanyaan berupa internet banking  dinilai perlu, hasil survey yang saya lakukan ternyata terdapat beberapa pendapat. Mulai dari 54 orang berkata setuju , 27 orang berkata ragu –ragu dan 19 orang mengatakan tidak setuju,dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan pernyataan di atas.

sekian penjelasan dari saya kurang lebihnya mohon maaf.

Referensi : http://januar-ikmal.blogspot.com/2012/10/peran-teknologi-dalam-dunia-perbankan.html
                   artikelcara.com/5513/sejarah-internet-banking/
                  http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-886-110578205-tesis.pdf 


Kamis, 06 Februari 2014

4.4 SIKLUS KEUANGAN


Udah sedikit mengerti tentang akuntansi kan? setelah sebelumnya kita belajar tentang apa itu akuntansi dan apa itu persamaan dasar akuntansi, selanjutnya kita akan mempelajari pokok bahasan yang lebih menarik lagi yaitu mengenai siklus akuntansi keuangan di perusahaan.
Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode.

Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:
  1. Transaksi Usaha
  2. Pembuatan Bukti Asli
  3. Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
  4. Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1
  5. Neraca Lajur Penyesuaian
  6. Laporan Keuangan
  7. Jurnal Penutup
  8. Neraca Saldo setelah penutupan.
TRANSAKSI
Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat.3 Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen.
Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya.
Suatu transaksi tertentu dapat menimbulkan peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan transaksi lainnya. Misalnya, pembelian barang dagangan secara kredit akan disusul dengan transaksi lainnya, yaitu pembayaran kepada kreditor.

PEMBUATAN BUKTI ASLI.
Sebagaimana disebutkan diatas transaksi yang terjadi biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila didukung oleh bukti- bukti yang sah, akan tetapi harus pula disadari bahwa ada transaksi-transaksi yang tidak mempunyai bukti secara tertulis, misalnya pencurian barang dagangan. Transaksi ini merupakan transaksi yang bersifat luar biasa.
Semua transaksi baik yang terjadi secara rutin atau tidak merupakan bahan untuk menyusun laporan keuangan dengan jalan mencatat dan mengolah transaksi itu lebih lanjut.
Bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksinya transaksi antara lain : kwitansi, faktur dan bentuk – bentuk lain.
  • Kwitansi; Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai.
  • Faktur Penjualan atau Pembelian; Setiap penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan kepada sipembeli merupakan faktur pembelian.
  • Bukti-bukti lain; Disamping kwitansi dan faktur terdapat bukti lain, misalnya: nota-nota dari Bank (nota debet atau nota kredit) , serta bukti pengirirnan atau penerimaan barang.
PENCATATAN DALAM BUKU HARIAN (JURNAL).
Transaksi dicatat pertama kali yang disebut Buku Harian (Jurnal). Jurnal adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas.5
Sebagaimana di tunjukkan oleh nama-nma kolom, jurnal memberikan informasi berikut:
  • .. Tanggal, merupakan hal yang sangat penting karena memungkinkan kapan terjadinya transaksi
  • .. Nama perkiraan.
  • .. Kolom debet, menunjukkan jumlah yang didebet
  • .. Kolom kredit, menunjukkan jumlah yang dikredit.


Referensi : http://jurnal-akuntansi.blogspot.com/2012/06/siklus-akuntansi-keuangan.html

4.3 PENJELASAN SIKLUS PRODUKSI


A.      SIKLUS PRODUKSI

Siklus Produksi adalah serangkaian aktivitas bisinis dan kegiatan pengolahan data yang berkaitan dengan proses pembuatan produk. Siklus produksi berkaitan erat dengan sub sistem yang lain, seperti yang tertera pada gambar di bawah ini.

Hubungan Sistem Produksi dengan Sistem Lainnya
Perancangan produk merupakan tahap awal dari sistem produksi yang bertujuan untuk merancang sebuah produk yang memenuhi keinginan konsumen dalam hal kualitas, lama pengerjaan, dan biaya produksi yang rendah. Dokumen yang dihasilkan dari aktivitas produksi adalah :
1.                  Daftar kebutuhan bahan (bill of material).
2.                  Daftar kegiatan (Operating list/routing sheet).

Tahap kedua dari sitem produksi adalah membuat perencanaan dan penjadwalan produksi yang bertujuan produksi dilakukan seefisien mungkin untuk memenuhi pesanan yang ada dan kemungkinan permintaan jangka pendek tanpa menghasilkan produk yang berlebih. Untuk memmbuat rencana produksi, tersedia 2 metode yang umum dipakai, yaitu :

1.                  Perencanaan sumberdaya manufaktur (manufacturing resource planning/MPR-II).
2.                  Sistem manufaktur Just-in-time (JIT).

Dokumen yang digunakan dalam aktivitas perencanaan dan penjadwalan produksi yaitu :

1.                  Jadwal produksi (master production schedule).
2.                  Order produksi (production order).
3.                  Bukti permintaan bahan baku (material requisition).

Tahap ketiga dalam sistem produksi adalah pembuatan produk. Informasi penting yang berhubungan dengan produksi yaitu : konsumsi bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead sehingga sistem informasi akuntansi dapat mengolah data tersebut, memprosesnya dan membuat berbagai macam laporan yang diperlukan.

Sistem Akuntansi Biaya

Tahap akhir dalam sistem produksi adalah sistem akuntansi biaya yang bertujuan yaitu :
1.        Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dalam produksi.
2.        Menghasilkan informasi biaya yang akurat agar dapat digunakan sebagai dsar penentuan harga (pricing) dan kepututusan tentang komposisi produk (product mix).
3.        Menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk menghitung nilai persediaan dan harga pokok penjualan.

Jenis sistem akuntansi biaya yang umum  digunakan oleh sebuah perusahaan adalah sistem penentuan harga pokok pesanan (job order costing) dan sistem peneentuan harga pokok proses (process costing) dan laporan yang dihasilkan sistem akuntansi biaya umumnya berupa :

1.        Laporan kontrol (control report).
2.        Laporan harga pokok produksi (production cost report)
  
Catatan akuntansi yang diselenggarakan dalam sistem akuntansi biaya adalah :

1.        Jika perusahaan mengolah data biaya secara manual (noncomputerized record) :
a.       Perusahaan jasa dan manufaktur menggunakan sebuah kartu harga pokok produksi (production cost ledger) yang berfungsi sebagai kartu pembantu untuk rekening persediaan produk dalam proses.
b.      Jika perusahaan menggunakan sistem harga pokok pesanan, catatan ini dibuat satu halaman untuk setiap pesanan.
c.       Jika perusahaan menggunakan sistem harga pokok proses, catatan ini dibuat dalam satu halaman untuk setiap pusat biaya. Untuk mencatat informasi dalam catatan ini, digunakan arsip order produksi.

2.        Jika perusahaan mengolah data biaya dengan menggunakan komputer :
a.       File induk (master file) dan file transaksi (transaction file).
b.      Dalam sistem database, data biaya akan ditampung dalam sub skema secara independen.

Prosedur Pengolahan Transaksi

Pengolahan transaksi biaya dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan komputer dan prosedure pengolahan transaksi dalam bentuk narasi dan bagan alir (flowchart).
Prosedure/Sistem Akuntansi Biaya (manual) dimulai dari Bagian Gudang ke Departemen Pengawasan Produksi ke Bagian Pabrik ke Bagian Akuntansi Biaya.
A.      Siklus Keuangan
Siklus Keuangan adalah Sistem akuntansi yang mencatat dua dua kegiatan ekonomi  yaitu :
a.       Bisnis menaikkan modal dari para pemilik dan kreditor.
b.      Bisnis menggunakan modal untuk memperoleh aset produksi yang dipakai untuk memperoleh pendapatan.

Siklus keuangan melaporkan sumber kapital pada manajer berkenaan dengan hasil operasinya. Sistem laporan keuangan ini menunjukkan pada kesatuan eksternal dengan meringkas data akuntansi dan menunjukkannya dalam rekening keuangan. Terkadang meliputi sistem akuntansi tanggung jawab yang menunjukkan biaya aktual dan dianggarkan pada manajer individu. Catatan jurnal dan aplikasi laporan keuangan terkadang merupakan komponen sistem buku besar umum. Contoh siklus keuangan dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

Contoh Gambar
Siklus Keuangan




Sumber kapital organisasi meliputi para pemiliknya dan kreditor. Organisasi menerima kas dari sumber tersebut dan menanamkan modal kas dalam aset produktif. Organisasi mengikut sertakan tiga bentuk transaksi kapital : pinjaman bank, pengeluaran obligasi, dan pengeluaran saham kapital.
Catatan akuntansi secara manual untuk kapital equiti adalah : buku besar wesel bayar, buku besar pemilik surat obligasi (pemegang obligasi), dan buku besar pemilik saham. Jika catatan berbasis komputer, semuanya disebut master file.

Entry Jurnal dan Transaksi Pelaporan Keuangan
Banyak bisnis mencatat transaksi pada buku besar umum dengan menggunakan tiga jenis catatan, yaitu :
1.        Rekapitulasi transaksi volume tinggi : bisnis yang memiliki banyak waktu setiap harinya mencakup penjualan, pembelian, dan transaksi pabrik.
2.        Rekapitulasi transaksi volume rendah : meliputi transaksi yang ada untuk mencatat perubahan pada kapital harta dan utang, untuk menentukan pemilik yang nilainya turun, dan untuk membayar pajak.
Pemrosesan Pelaporan Keuangan dan Entry Jurnal

Catatan jurnal dan laporan keuangan meliputi laporan kontrol, daftar statemen keuangan, dan laporan kinerja. Kontrol aplikasi merupakan prosedur kontrol yang ditempatkan pada sistem aplikasi oleh tim desain selama proses. Kontrol itu mencegah atau mendeteksi kesalahan ketika pemrosesan transaksi.

Akuntansi Tanggung Jawab

Sistem akuntansi tanggung jawab menghubungkan biaya dan pendapatan dengan pusat yang paling baik mengontrolnya. Mereka menghasilkan laporan bulanan dengan membadingkan pendapatan yang bisa dikontrol dan biaya yang dianggarkan untuk setiap pusat tanggung jawaab.
Prosedur pelaporan tanggung jawab meringkas pendapatan aktual yang bisa terkontrol dan biaya dengan pusat tanggung jawab dan memperlihatkannya pada laporan kinerja.

http://aldyrizaldi.blogspot.com/2012/12/aplikasi-aplikasi-siklus-produksi-dan.html

4.2 PENJELASAN SIKLUS PENGELUARAN

Siklus pengeluaran (expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa (Romney & Steinbert, 2005).
Tujuan siklus pengeluaran:
  • Memastikan bahwa semua barang atau jasa dipesan sesuai kebutuhan.
  • Menerima semua barang yg dipesan dan memastikan barang tsb dalam kondisi baik.
  • Mengamankan barang hingga diperlukan.
  • Memastikan bahwa faktur berkaitan dg barang atau jasa sah dan benar.
  • Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dan pengeluaran kas dg cepat dan akurat.
  • Mem-posting kewajiban dan pengeluaran kas pada rekening supplier yg tepat pada buku besar dan buku pembantu hutang.
  • Memastikan bahwa semua pengeluaran kas sesuai dengan pengeluaran yg telah diotorisasi
Diagram Siklus Pengeluaran :

Pada Siklus Pengeluaran terdapat 3 Aktivitas dari Bisnis, yaitu :
1. Memesan Barang, Pesediaan, dan Jasa
         Aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Keputusan penting yang dibut dalam langkah ini adalah mengidentifikasi apa, kapan, dan berapa banyak yang dibeli, dan dari pemasok mana akan dibeli. Dokumen yang dibuat dalam proses pemesanan barang adalah pesanan pembeliaan (purchase order).
2. Menerima dan Menyimpan Barang, Persediaan, dan Jasa
        Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Bagian penerimaan bertanggung jawab untuk mengecek dan menerima kiriman dari para pemasok. Dokumen yang dibuat dalam  proses penerimaan barang adalah laporan penerimaan barang adalah laporan penerimaan (receiving report)
3. Membayar untuk Barang, Persediaan dan Jasa
       Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayran. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar dan kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran.
 

Rabu, 05 Februari 2014

4.1 PENJELASAN SIKLUS PENDAPATAN

Siklus Pendapatan





            Sistem Informasi Akuntansi meliputi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan siklus – siklus pemrosesan transaksi perusahaan. Meskipun tidak ada dua organisasi yang identik, tetapi sebagian besar mengalami jenis kejadian ekonomi yang serupa. Kejadian – kejadian ini menghasilkan transaksi – transaksi yang dapat dikelompokan menjadi empat siklus aktivitas bisnis yang umum, yaitu :
Ø  Siklus Pendapatan
Ø  Siklus Pengeluaran
Ø  Siklus Produksi
Ø  Siklus Keuangan
Pada umumnya perusahaan dagang didirikan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.  Guna mendapatkan keuntungan tersebut perusahaan perlu melakukan  siklus pendapatan yang terdiri dari pesanan penjualan, pengiriman barang, penagihan dan piutang usaha, serta penagihan kas.
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.





Tujuan utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat ditempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Guna mencapai tujuan tersebut, pihak manajemen harus membuat beberapa keputusan penting berikut ini :

Siklus-siklus transaksi mengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam sebuah system informasi. Gambar 2 Menunjukkan hubungan antara dua siklus transaksi jual beli dan subsistem-subsistem system informasi untuk sebuah perusahaan jual-beli barang. Perusahaan jual-beli barang adalah organisasi yang membeli barang dari pemasok dan menjual barang tersebut ke pelanggan.
 
System inventaris dan system general ledger. Operasi - operasi siklus pendapatan menyertakan :
·         Pendapatan dan pencatatan order pelanggan
·         Pengiriman barang dan pencatatan biaya dari barang yng terjual
·         Penagihan dan pencatatan penjualan dan accounts receivable
·         Pendapatan dan pencatatan penerimaan kas  

Dalam siklus pendapatan, ada dua transaksi kunci yaitu penjualan kredit yang akan menghasilkan piutang dagang, dan penjualan tunai. Pembahasan lebih jauh akan sering membahas masalah penjualan kredit. Namun perlu untuk mengetahui penjualan secara tunai. Perbedaan secara signifikan antara proses penjualan tunai dan penjualan kredit adalah tidak adanya pencatatan asset sebelumnya (piutang dagang) pada proses penjualan tunai. Pembuatan dokumen awal dari penjualan tunai merupakan poin utama pada system pengendalian. Ketika pencatatan telah disiapkan, maka penjualan tunai menjadi subjek pengendalian akuntansi.


Sumber/referensi:
  1. sangpenguasa.atwiki.com
  2. http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
  3. www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia
  4. http://tengkumaulana.blogspot.com/2011/01/penerapan-aplikasi-siklus.html
 

Rabu, 01 Januari 2014

3.7 ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN VERSI COSO





 Menurut COSO (Committee Of Sponsoring Organization of The Treadway Commissions) terdapat 5 unsur dan 26 sub komponennya yaitu : 

1. Lingkungan Pengendalian 

a) Integritas dan Nilai Etika 
b) Komitmen pada kompetensi 
c) Filosofis manajemen dan gaya operasi 
d) Struktur organisasi 
e) Penetapan otoritas dan pertanggungjawaban 
f) Kebijakan dan prosedur SDM 

2. Penilaian Resiko

a) Perumusan tujuan secara keseluruhan 
b) Perumusan tujuan instansi pada tingkat kegiatan 
c) Identifikasi resiko 
d) Analisis resiko 
e) Mengelola Resiko 

3. Aktivitas Pengendalian

a) Review pencapaian kinerja utama instansi pemerintah oleh jajaran pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan 
b) Pembinaan SDM untuk mencapai hasil yang diharapkan 
c) Pemrosesan informasi 
d) Pengendalian fisik aset rawan untuk menjaga dan mengamankan aset 
e) Penetapan dan pemantauan indikator dan ukuran kerja 
f) Pemisahan tugas dan tanggung jawab penting diantara pegawai yang berbeda untuk mengurangi kesalahan, pemborosan atau kecurangan 
g) Pelaksanaan transaksi dan kejadian berdasarkan otorisasi dan dilaksanakan oleh pengawas yang layak 
h) Pencatatan transaksi dan kejadian penting lainnya diklasifikasikan dan dicatat secara layak 
i) Pembatasan akses dan pertanggungjawaban atas sumber daya dan pertanggungjawaban atas penyimpangan ditetapkan 
j) Pengendalian intern dan semua transaksi serta kejadian penting lainnya didokumentasikan dengan jelas 

4. Informasi dan Komunikasi 

a) Informasi 
b) Komunikasi 

 5. Monitoring 

a) Monitoring kegiatan yang sedang berjalan 
b) Evaluasi yang terpisah 
c) Tindak lanjut atas temuan audit 

SUMBER : 
http://rizfamoslem.blogspot.com/2012/11/elemen-elemen-struktur-pengendalian.html